Sejarah pemakaian tenaga air dapat dibagi menjadi 5 (lima) fase.
1. kira-kira 2000 tahun yang lalu, orang telah memanfaatkan tenaga air biasanya untuk kincir air (water wheel), berdasarkan tenaga kinetik yaitu : E = 1/2 x m x v^2
Pada masa ini, tenaga air merupakan satu-satunya tenaga mekanik yang sangat potensial digunakan oleh Manusia, selain tenaga hewan serta tenaga manusia yang sangat terbatas, sampai kira-kira pertengahan abad ke 18 (1760), saat timbulnya Revolusi Industri yang pertama.

2. Setelah ditemukan tenaga uap sebagai bahan penggerak tenaga, maka tenaga uap (steam power), merupakan tenaga yang banyak digunakan (populer).
kemudian orang menemukan tenaga dari minyak (bensin, minyak diesel/solar dll). penggunaan tenaga uap dan tenaga minyak tersebut lebih mempermudah pemakaiannya untuk kebutuhan manusia membuat barang-barang kebutuhan materiil dan transportasi (pada saat mulainya Revolusi Industri).
sedang tenaga air pada waktu itu pemakaiannya menjadi kurang populer, karena untuk mendapatkan tenaga air perlu adanya air yang bertenaga, artinya yang cukup banyak volume (dengan persyaratan tertentu) dan tenaga potensial (beda tinggi = H) yang cukup.
Misalnya : di negeri Belanda banyak sekali air (volumenya) tetapi tidak bertenaga, karena letaknya sangat rendah dibawah muka air laut, jadi kekurangan tinggi terjun.

3. Setelah tenaga air, tenaga uap dan tenaga minyak dapat diubah menjadi tenaga listrik dan dapat ditransformasikan sampai jarak jauh dengan kawat / kabel bertgangan tinggi (high tension lines), maka tenaga air menjadi sumber tenaga listrik yang populer di Norwegia, Swedia, Jerman, Austri, Swiss, Italia, Jepang dll.

4. Setelah perang dunia I
Dunia mengalami krisis ekonomi yang besar, sehingga tenaga uap dan minyak merupakan tenaga yang sukar dipergunakan, antara laint :
a. tenaga buruh tidak mudah lagi dipergunakan sebagai alat produksi, khususnya untuk pertambangan.
b. harga bahan bakar menjadi tidak stabil, lebih-lebih karena menjadi inflasi nilai uang, bahan bakar tersebut menjadi sangat mahal. bersamaan dengan itu tenaga airyang tidak seberapa menggunakan tenaga buruh dan bahan bakar menjadi populer kembali, terlebih lagi katena bangunan tenaga air (BTA) dapat di gabungkan dalam suatu proyek serba-guna (Multi Purpose Project) atau setidak-tidaknya Dual Purpose Project.

Bangunan-bangunan serba guna misalnya untuk :
1. pembangkit tenaga listrik (PLTA)
2. pengendalian/pencegahan banjir (Flood control)
3. pengairan (irrigation)
4. air minum (essainering)
5. perikanan darat
6. lalu lintas air (navigation)
7. pengendalian kadar garan dan sedimen/endapan
8. rekreasi, pariwisata dan industri

beberapa contoh proyek serba-guna yaitu :
– bendung aswan (nile project), mesir
– tennessee river scheme, di USA
– nive project dan jenissei project, di Uni Sovyet
– danada project, di India
– Di Indoensia, antara lain : Jatiluhur project, karangkates project, asahan project

5. pada zaman sekarang di beberapa negara yang telah maju, telah dimulai usaha untuk memanfaatkan sumber tenaga nuklir, bahkan juga tenaga matahari.

Sumber : Bangunan Tenaga Air, Ir. Hari Sutanto