1.  Definisi Model
Model adalah pola (contoh, acuan dan ragam) dari sesuatu yang akan dibuat atau dihasilkan (Departemen P & K, 1984 : 75). Model didefinisikan sebagai suatu representasi dalam bahasa tertentu dari suatu sistem yang nyata.
Menurut Ackoff, et all (1962) mengatakan bahwa model dapat dipandang dari tiga jenis kata yaitu sebagai kata benda, kata sifat dan kata kerja. Sebagai kata benda, model berarti representasi atau gambaran, sebagai kata sifat model adalah ideal, contoh, teladan dan sebagai kata kerja model adalah memperagakan, mempertunjukkan. Dalam pemodelan, model akan dirancang sebagai suatu penggambaran operasi dari suatu sistem nyata secara ideal dengan tujuan untuk menjelaskan atau menunjukkan hubungan-hubungan penting yang terkait.

2. Prinsip Dasar Pengembangan Model
Prinsip-prinsip dasar pengembangan model adalah sebagai berikut :
a. Elaborasi : model dimulai dari yang sederhana sampai didapatkan model yang representatif.
b. Analogi : pengembangan menggunakan prisip-prinsip dan teori yang sudah dikenal luas.
c. Dinamis : pengembangannya ada kemungkinan untuk bisa diulang.

3. Taksonomi Model / Klasifikas Model
Taksonomi model atau klasifikasi model terdiri dari delapan yaitu :
a. Berdasarkan fungsinya, model dibedakan menjadi 3 jenis :
1) Model deskriptif, yaitu model yang hanya menggambarkan situasi sebuah sistem tanpa rekomendasi dan peramalan. Contoh : peta organisasi.
2) Model prediktif, yaitu model yang menunjukan apa yang akan terjadi bila sesuatu terjadi.
3) Model normatif, model yang menyediakan jawaban terbaik terhadap satu persoalan. Model ini memberikan rekomendasi tindakan-tindakan yang perlu diambil. Contoh model budget advertensi, model economic lot size, model marketing mix.
b. Berdasarkan strukturnya model dibedakan menjadi 3 jenis :
1) Model ikonik, yaitu model yang menirukan sistem aslinya, tapi dalam suatu skala tertentu. Contoh : model pesawat.
2) Model analog, yaitu suatu model yang menirukan sistem aslinya dengan hanya mengambil beberapa karakteristik utama dan menggambarkannya dengan benda atau sitstem lain secara analog. Contoh : aliran lalu lintas di jalan dianalogkan dengan aliran air dalam system pipa.
3) Model simbolis, yaitu suatu model yang menggambarkan sistem yang ditinjau dengan simbol-simbol biasanya dengan simbol-simbol matematik. Dalam hal ini sistem diwakili oleh varaibel-variabel dari karakteristik sistem yang ditinjau.
c. Berdasarkan referensi waktu terdapat 2 jenis model :
1) Model statis, yaitu model yang tidak memasukkan faktor waktu dalam perumusannya.
2) Model dinamis, yaitu mempunyai unsur waktu dalam perumusannya.
d. Berdasarkan referensi kepastian dibedakan menjadi 4 jenis model :
1) Model deterministik, dalam model ini pada setiap kumpulan nilai input, hanya ada satu output yang unik, yang merupakan solusi dari model dalam keadaaan pasti. Contoh : model persediaan.
2) Model probabilistik, yaitu model yang menyangkut distribusi probabilistik dari input atatu proses dan menghasilkan suatu deretan harga bagi paling tidak satu variabel output yang disertai dengan kemungkinan-kemungkinan dari harga-harga tersebut. Contoh : diagram pohon keputusan, peta pengendalian.
3) Model konflik, Dalam Model ini sifat alamiah pengambil keputusan berada dalam pengendalian lawan. Contoh : Perang
4) Model Tak Pasti / Uncertainly, yaitu model yang dikembangkan untuk mengahadapi ketidakpastian mutlak. Pemilihan jawaban berdasarkan pertimbangan, utilitas dan resiko melalui probabiltas subjektif.
e. Berdasarkan tingkat generalitas ada 2 jenis model :
1) Model umum, yaitu model yang dapat diterapkan pada berbagai bidang untuk beberapa jenis masalah yang berbeda. Contoh : program linier, PERT, model antrian, kasus personalia dan pemasaran serta distribusi barang.
2) Model khusus, yaitu model yang dapat diterapkan terhadap sebuah bidang atau yang unik saja dan hanya digunakan pada masalah-masalah tertentu. Contoh : model persediaan probabilistik.
f. Berdasarkan acuan lingkungan ada 2 jenis model :
1) Model terbuka, yaitu model yang memiliki interaksi dengan lingkungannya berupa pertukaran informasi, material atau energi mempunyai satu variabel eksogen yaitu variabel yang berasal dari lingkungan eksternal. Contoh : Model Sosial.
2) Model tertutup, yaitu Model yang tidak memiliki interaksi dengan lingkungannya memiliki variabel yang seluruhnya endogen, yang terkendali dan internal. Contoh : Model Thermostat.
g. Berdasarkan derajat kuantifikasi adalah sebagai berikut :
1) Model kualitatif, yaitu model yang menggambarkan mutu suatu realita. Model ini terdiri dari 2 jenis model :
– Model mental : model yang menggambarkan titik awal dari abstraksi dalam memahami masalah dan situasi. Contoh : proses berpikir manusia tentang sesuatu.
– Model verbal, yaitu model yang disajikan dalam bahasa sehari-hari dan tidak dalam bahasa logika atau simbolis atau matematis. Analisis bersandar pada pertimbangan yang masuk akal dan bernalar. Contoh : model konseptual.
2) Model kuantitatif, yaitu model yang variabelnya dapat dikuantitatifkan. Janis model ini terbagi 2 :
– Model statistic, yaitu model yang mendeskripsikan dan menyimpulkan data
– Model optimasi, yaitu model yang digunakan untuk menentukan jawaban terbaik. Terdiri atas yaitu optimasi analitik dan logaritmik
– Model Heuristik , yaitu model yang digunakan untuk menbcari jawaban yang baik tapi bukan optimum. Merupakan pendekatan praktis.
– Model simulasi, yaitu model yang digunakan untuk mencari jawaban yang baik dan menguntungkan .
h. Berdasarkan dimensi ada 2 jenis model :
1) Dua dimensi, contoh : photo, peta.
2) Tiga dimensi, contoh : prototype jembatan