Pada proyek gedung bertingkat, saat ini banyak dibuat basement dengan berbagai alasan , salah satunya untuk mengatasi lahan terbatas. Tentunya sebagai mahasiswa teknik sipil kita harus mengetahui tentang beberapa metode galian.
Dalam teknik sipil metode kontruksi galian ada tiga metode :
1. Metode open cut
Metode ini biasa disebut juga metode konvesional dan merupakan metode yang paling sederhana. Pada metode ini, dilakukan penggalian dari permukaan tanah hingga ke dasar galian dengan sudut lereng galian tertentu (slope angel) dan tanpa menggunakan retaining wall. Selanjutnya pekerjaan konstruksi basement akan dikerjakan dari dasar galian berlanjut ke atas (bottom-up). Setelah pekerjaan basement selesai, maka lubang galian dapat ditimbun atau diurug kembali (back fill).
Metode ini biasanya digunakan pada proyek yang mempunyai lahan yang cukup luas, dimana galian basement terletak ditengah-tengah site, sehingga tidak berbatasan langsung dengan bangunan tetangga (existing building) dan jumlah lantai basement kurang dari dua lantai atau semi basement. Metode ini juga disarankan untuk dilakukan di wilayah perkotaan atau galian basement yang berbatasan langsung dengan bangunan tetangga.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan metode konstruksi ini yaitu :
a. Jenis tanah
b. Sudut kemiringan lereng galian (slope angel)
c. Kondisi muka air tanah
d. Surcharge load yang bekerja di sekitar galian
Beberapa factor diatas perlu diperhatikan untuk menjaga kestabilan lereng dan mencegah terjadinya longsor.
Berikut ini adalah tabel kaitan antara jenis tanaha dan sudut kemiringan.

Metode ini cocok digunakan apabila kondisi muka air tanah tidak lebih tinggi dari dasar galian, namun jika sebaliknya bisa diatasi dengan sistem dewatering yang benar.

Dokumentasi

bersambung….. untuk metode yang ke-2 dan ke-3 sedang dalam penyusunan

terima kasih