1. latar belakang
Terkait pemanfaatan air secara besar-besaran dan tak terkendali, Irigasi merupakan hal penting yang perlu diketahui. Mengingat sebagian besar pemanfaatan lahan di Indonesia merupakan pertanian. Dengan itu perlu adanya pemahaman terhadap jenis dan pemanfaatan air itu sendiri sehingga dapat bermanfaat bagi kita semua.

2. rumusan masalah
a. Pengertian Irigasi
b. Fungsi Irigasi
c. Macam-macam Irigasi

3. pengertian irigasi
a. Berdasarkan keputusan menteri no. 32 tahun 2007, Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian yang meliputi permukaan, rawa, air bawah tanah, pompa dan tambak.

b. Menurut Direktorat Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air, (2009) Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuatan bangunan air untuk menunjang usaha pertanian, termasuk didalamnya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

4. fungsi irigasi
Fungsi utama:
a. Memenuhi kebutuhan air tanaman

Fungsi spesifik:
a. Mengambil air dari sumber (diverting)
b. Membawa/mengalirkan air dari sumber ke lahan pertanian (conveying)
c. Mendistribusikan air kepada tanaman (distributing)
d. Mengatur dan mengukur aliran air (regulating and measuring)

5. macam-macam irigasi
Menurut cara distribusi di lahan:
a. Irigasi permukaan
b. Irigasi curah
c. Irigasi tetes

Menurut cara pengambilan airnya:
a. Pengambilan gravitasi (tradisional)
b. Pompa

Menurut cara pengalirannya:
a. Saluran terbuka (open channel)
b. Jaringan pipa (pipe network)

Menurut sumber airnya:
a. Air permukaan : sungai, danau, waduk
b. Airtanah : akuifer

irigasi permukaan

Irigasi Permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui saluran sampai ke lahan pertanian.
Terbagi tiga yaitu irigasi sawah/basin, irigasi alur dan irigasi surjan.

irigasi curah

Irigasi curah atau biasa disebut Irigasi semprot, hal ini dikatakan karena teknik yang bekerja adalah teknik penyemprotan. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.

irigasi tetes

Merupakan suatu sistem untuk memasok air dan pupuk tersaring ke dalam tanah melalui suatu pemancar. pasokan air yang diberikan mempunyai debit kecil dan konstan serta tekanan rendah, sehingga air akan menyebar di tanah baik ke samping maupun ke bawah karena gaya kapiler dan gravitasi.
Bentuk sebarannya tergantung jenis tanah, kelembaban, permeabilitas tanah, dan jenis tanaman

irigasi air tanah (akuifer)

Airtanah (groundwater) adalah bagian dari air yang ada di bawah permukaan tanah (sub-surface water). Aliran air tanah (akuifer) terbentuk secara alami melalui proses hidrologi.

Contoh irigasi terhadap air tanah yaitu dengan adanya mata air, baik itu mata air alami atau pun buatan.

irigasi pengambilan gravitasi

Irigasi pengambilan gravitasi yang dimaksud yaitu dengan cara tradisional dengan menggunakan ember.
Dalam hal ini prinsip pengambilan umumnya menggunakan dua metode yaitu :
Metode langsung
Metode katrol

irigasi pompa

Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah.

irigasi saluran terbuka

Irigasi saluran terbuka merupakan sistem distribusi air yang berpenampang terbuka/open channel. Dimana penampang terbagi dengan penampang alami dan buatan.

irigasi saluran pipa
Sesuai namanya sistem ini mendistribusikan air melalui pipa-pipa yang terhubung dengan debit tertentu. Irigasi pipa ini juga dipengaruhi oleh gravitasi