Hari kamis memberikan kesan tersendiri dalam perjalanan hidupku. Mulai terbit matahari aktivitas aku sehari-hari berjalan dengan baik. Dengan diawali bangun tidur, mandi, mempersiapkan alat-alat untuk kuliah serta mempersiapkan sarapan dan bekal untuk orang yang saya sayangi.
Sekitar jam 9 pagi ketika saya sedang sarapan, seperti biasanya saya menyuruh dia untuk mengecek hpnya dengan harapan ada informasi dari pihak universitas. Dan ketika dia mengecek SMS-nya ternyata harapanku tak sia-sia, ternyata ada kabar dari pihak kelas bahwa hari ini tidak ada kegiatan perkuliahan. Perasaanku senang karna bisa istirahat dirumah, tapi dia malah mengajak saya untuk berenang. Karna saya sedang belajar berenang jadi saya setuju dengan ajakannya dia. Kami berdua mengajak pembantu di rumah untuk renang karna kebetulan pembantunya hamper sebaya dengan saya dan sesekali diajak refresing.
Setelah mempersiapkan peralatan renang, rasanya lama sekali untuk berangkat. Karna dia memakai sepeda dan aku memakai motor bersama pembantu dan ketika saya bilang :
“ayo berangkat sayang”,
“bentar, tolong bantu donk” jawabnya
“emang rem sepedanya kenapa?”
“remnya kendor jadi harus dibenerin dulu” jawabnya.
Saya pun membantu dia memperbaiki sepeda, setelah selesai benerin sepeda kamipun bergegas untuk berangkat. Namun saat mau berangkat saya ragu-ragu untuk bawa hp. Biasanya saya klo renang ga pernah bawa hp, tapi kali ini aku bawa karna takut papanya dia nelpon jadi saya bawa hpnya dia. Kamipun berangkat.
Setibanya di kolam renang tiba-tiba saya tergesa-gesa untuk segera masuk karna hasratku yang ingin berenang sangat kuat. Setelah membeli tiket kamipun masuk, ganti pakaian renang dan terus renang. Kamipun terbawa suasana saat renang, enjoy tak terpikirkan hal apapun.
Jam 09.30 kami memutuskan untuk pulang. Sesampainya dirumah saya langsung memasukkan pakaian basah ke mesin cuci. Perut saya terasa lapar, sambil mengunyah cemilan pembantu bilang “teh kalo mau makan buat mie goreng saja gimana?” Seru pembantu. “boleh-boleh” jawab saya.
Sambil memakan cemilan serta nunggu mie goring matang sayapun nonton tv. Saat itu saya terlupakan sama hp punya dia.
Ketika itu saya bertanya ”yang, hpmu mana?”
“ aku ga tau” jawab dia.
“aduh dimana ya?” (dengan penuh rasa panik saya pun pergi ke parkiran rumah dan mengecek, karna saat berangkat saya simpan di motor tepatnya di keranjang depan dibawah leher motor scoopy). Ternyata saat saya cek hpnya tidak ada, padahal aku ga pernah merasa mengambilnya lagi saat tiba di tempat renang.
Dengan penuh perasaan bersalah saya pun bilang kepada dia ternyata dia marah dan minta tanggung jawab saya. Pada saat itu pula saya bergegas ke tempat kolam renang tadi dan menanyakan kepada tukang parkir disana dan ternyata tukang parkirpun tak tahu. Aku menjadi curiga sama tukang parkir tersebut. Tapi yam au gimana lagi, aku ga punya bukti banyak. Lalu aku pulang lagi ke rumah dan bilang kepadanya bahwa saya ga menemukan hpnya.
Pada saat itu, awalnya aku telah memesan makanan sama mba tiba-tiba nafsu makanku menjadi turun. Melihat aku terdiam dengan penuh rasa bersalah dia bilang, “sudahlah jangan dipikirkan terus, nanti juga ada balasannya untuk orang yang mencuri hp ku itu”. Saat dia berkata seperti itu aku pun merasa lega, tapi tetep aku merasa bersalah kepada orang. Setelah kejadian itu akupun berpikir, saya harus lebih hati-hati dalam menyimpan suatu barang. Kalo saja pencuri itu jujur dan berusaha untuk mengembalikan hpnya saya akan memberikan balasan untuknya bukan hanya dari saya bahkan Tuhan pun akan memberika balasan yang sesuai dengan kebaikannya.